https://drive.google.com/open?id=1DfleK4W7sNY2UZ_auBjMcFSvNXz23cOM
Tampilkan postingan dengan label Name 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Name 3. Tampilkan semua postingan
Jumat, 17 Mei 2019
Sabtu, 02 Desember 2017
KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN
TUGAS MANDIRI
NAMA : INDAH CHAIRUNNISA
Kepemimpinan secara umum didefinisiksn sebagai kemampuan
dalam kesiapan yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat mempengaruhi,
mendorong, mengajak, menuntun, menggerakkan, mengarahkan, dan kalau perlu
memaksa orang atau kelompok agar menerima pengaruh tersebut dan selanjutnya
terbuat sesuatu yang dapat membantu tercapainya suatu tujuan tertentu yang
telah ditetapkan.
Kepemimpinan
adalah proses mempengaruhi kegiatan-kegiatan kelompok yang diorganisir menuju
kepada penentuan dan pencapaian tujuan (Ralp M.Stogdill)
Kepemimpinan
dalam organisasi berarti penggunaan kekuasaan dan pembuatan
keputusan-keputusan. (Robert Dubin)
Kepemimpinan
adalah individu di dalam kelompokyang memberikan tugas pengarahan dan
pengorganisasaian yang relevan dengan kegiatan-kegiatan kelompok (Fred
E.Fiedler)
Kepemimpinan
Pendidikan : kemampuan untuk menggerakkan pelaksanaan pendidikan, sehingga
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan dapat tercapai secara efektif dan
efisien.
2.2 Fungsi Kepemimpinan Pendidikan
Fungsi
utama pemimpin pendidikan adalah kelompok untuk belajar memutuskan dan bekerja,
antara lain :
1. Pemimpin membantu terciptanya suasana
persaudaraan, kerjasama dengan penuh rasa kebebasan
2. Pemimpin membantu kelompok untuk mengorganisir
diri yaitu ikut serta dalam memberikan rangsangan dan bantuan kepada kelompok
dalam menetapkan dan memjelaskan tujuan
3. Pemimpin membantu kelompok dalam
menetapkan prosedur kerja, yaitu membantu kelompok dalam menganalisis situasi
untuk kemudian menetapkan prosedur mana yang paling efektif dan efisien
4. Pemimpin bertanggungjawab dalam mengambil
keputusan bersama dengan kelompok
5. Pemimpin bertanggung jawab dalam
mengembangkan dan mempertahankan eksistensi organisasi
2.3 Tipe Kepemimpinan Pendidikan :
1. Tipe Otoriter / Tipe authoritarian
Dalam
kepemimpunan yang otoriter, pemmpin bertindak sebagai dictator terhadap anggota
kelompok
2. Tipe Laissez-faire
Pemimpin
tidak memberikan kepemimpinannya, melainkan membiarkan bawahannya berbuat
sekehendaknya. Keberhasilan lembaga ditenukan atas kesadaran dan dedikasi
anggota kelompok. Struktur organisasinya kabur, segala kegiatan dilakukan tanpa
rencana dan tanpa pengawasan dari pimpinan
3. Tipe Demokratis
Kepemimpinannya
bukan sebagai dictator, tapi di tengah-tengah anggota kelompoknya. Pemimpin
berusaha menstimulus anggotanya agar bekerja secara produktif untuk mencapai
tujuan bersama. Pemimpin selalu berpangkal pada kepentingan dan kebutuhan
anggotanya.
4. Tipe Pseudo-demokratis / demokratis semu
/ manipulasi demokratik
Pemimpin
hanya tampaknya saja demokratis, namun sebenarnya dia bersikap otokratis.
2.4 Syarat-syarat Pemimpin Pendidikan
Syarat-syarat
yang harus dimiliki oleh pemimpin pendidikan antara lain:
· Rendah hati dan sederhana
· Bersifat suka menolong
· Sabar dan memiliki kestabilan emosi
· Percaya kepada diri sendiri
· Jujur, adil, dan dapat dipercaya
· Keahlian dalam jabatan
2.5 Ketempilan yang Harus Dimiliki Pemimpin
1. Keterampilan dalam memimpin
Pemimpin
harus menguasai cara-cara kepemimpinan, memiliki keterampilan memimpin supaya
dapat bertindak sebagai seorang pemimpin yang baik. Untuk itu harus memiliki
kemampuan bagaimana caranya : menyusun rencana bersama, mengajak annotanya
berpartisipasi, member bantuan kepada anggota kelompok, memupuk moral kelompok,
bersama-sama membuat keputusan. Pemimpin tidak hanya tahu, tetapi harus dapat
melaksanakan.
2. Keterampilan dalam hubungan insani
Hubungan
insane merupakan hubungan antar manusia. Ada dua jenis hubungan yaitu :
1. Hubungan karna tugas resmi
2. Hubungan kekeluargaan
3. Keterampilan dalam proses kelompok
Maksud
utama adalah meningkatkan partisipasi anggota kelompompok sehingga dapat
mengefektifkan potensi. Pemimpin sebagai penengah , pendamai, dan bukan menjadi
hakim.
4. Keterampilan dalam proses administrasi
personil
Kegiatan
ini mencangkup segala usaha yang menggunakan keahlian yang dimiliki petugas
secara efektif. Kegiatannya meliputi seleksi, pengangkatan, penempatan,
penugasan, orientasi, pengawasan, bimbingan, dan pengembangan, serta
kesejahteraan.
5. Keterampilan dalam menilai
Merupaka
usaha untuk mengetahui sejauh mana tujuan sudah tercapai. Teknik dan prosedur
evaluasi : menentukan tujuan penilaian, menetapkan norma / ukuran yang akan
dinilai, mengumpulkan data-data, pengolahan data, menyimpulkan hasil penilaian.
Sumber
:
Tim
Dosen Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia.2009. Manajemen Pendidikan. Bandung :Alfabeta
PENGELOLAAN KELAS
TUGAS MANDIRI
NAMA : INDAH CHAIRUNNISA
NIM : A1C316065
NAMA : INDAH CHAIRUNNISA
NIM : A1C316065
PENGELOLAAN KELAS
Pengelolaan kelas
merupakan salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh guru. Pengelolaan
kelas berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi
yang optimal bagi terjadinya proses belajar mengajar. Dalam pengelolaan kelas
ada dua subjek yang memegang peranan yaitu guru dan siswa. Didalam pengelolaan
kelas ada beberapa pertanyaan yang sering muncul diantaranya: (1) Apakah
pengertian pengelolaan kelas; (2) Bagaimanakah peran guru sebagai pengelola
kelas; (3) Bagaimana keterampilan mengelola kelas. Pengelolaan kelas dalam
bahasa Inggris diistilahkan sebagai Classroom Management, itu berarti istilah
pengelolaan identik dengan manajemen. Menurut para ahli menejemen merupakan
suatu proses tertentu yang menggunakan kemampuan atau keahlian untuk mencapai
suatu tujuan yang di dalam pelaksanaannya dapat mengikuti alur keilmuan secara
ilmiah dan dapat pula menonjolkan kekhasan atau gaya manajer dalam
mendayagunakan kemampuan orang lain. Banyak sekali pengertian pengelolaan kelas
yang ada diantaranya:
Pengelolaan kelas
merupakan istilah berkenaan dengan bagaimana seorang guru menyusun suatu kelas
untuk pembelajaran, bagaimana guru berinteraksi dengan siswa dan mendorong
siswa untuk berinteraksi dengan siswa lain, bagaimana guru menangani perilaku
salah siswa, bagaimana guru membuat dan menjalankan aturan, dan bagaimana guru
mengatur waktu (Secada, 2000).
Pengelolaan kelas lebih
berkaitan dengan upaya-upaya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi yang
optimal bagi terjadinya proses belajar (pembinaan rapport, penghentian perilaku
peserta didik yang menyelewengkan perhatian kelas, pemberian ganjaran,
penyelesaian tugas oleh peserta didik secara tepat waktu, penetapan norma
kelompok yang produktif), di dalamnya mencakup pengaturan orang (peserta didik)
dan fasilitas (http:akhmadsudrajat. 2008. com).
Menurut Surjana, A
(dalam majalah Penabur. 2004) pengelolaan kelas didefinisikan sebagai
serangkaian tindakan yang dilakukan guru dalam upaya menciptakan kondisi kelas
agar proses belajar mengajar dapat berjalan sesuai dengan tujuannya.
Pengelolaan kelas
adalah keterampilan guru menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang
optimal dan mengembalikannya manakala terjadi hal-hal yang dapat mengganggu
suasana pePrinsip Pengelolaan Kelas
Beberapa prinsip yang
harus diperhatikan dalam pengelolaan kelas, seperti yang dikutip dari Mulyasa,
E. (2007 : 91) adalah (1) kehangatan dan keantusiasan (2) tantangan (3)
bervariasi (5) penekanan pada hal-hal yang positif, dan (6) penanaman disiplin
diri.
1. Peran Guru Sebagai Pengelola Kelas
Guru sebagai pengelola kelas merupakan orang yang
mempunyai peranan yang strategis yaitu orang yang merencanakan
kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan di kelas, orang yang akan
mengimplementasikan kegiatan yang direncanakan dengan subjek dan objek siswa,
orang yang menentukan dan mengambil keputusan dengan strategi yang akan
digunakan dengan berbagai kegiatan di kelas. Prinsip-prinsip belajar yang harus
diperhatikan guru, seperti yang dikutip dari (Sanjaya, W. 2008 : 24) sebagai
berikut :
1. Segala sesuatu yang dipelajari oleh siswa, maka
siswa harus mempelajarinya sendiri
2. Setiap siswa yang belajar memiliki kecepatan
masing-masing
3. Seorang siswa akan belajar lebih banyak apabila
setiap selesai melaksanakan tahapan kegiatan diberikan reinforcement.
4. Penguasaan
secara penuh dari setiap langkah memungkinkan belajar secara keseluruhan lebih
berarti
5. Apabila siswa diberi tanggung jawab, maka ia akan
lebih termotivasi untuk belajar
Lebih lanjut Sanjaya, W menjelaskan (2008 : 24-25)
dalam melaksanakan pengelolaan pembelajaran ada dua macam kegiatan yang harus
dilakukan, yaitu mengelola sumber belajar dan melaksanakan peran sebagai sumber
belajar itu sendiri. Sebagai manajer, guru memiliki empat fungsi umum, yaitu :
a. Merencanakan tujuan belajar merupakan fungsi yang
sangat penting bagi seorang guru.
b. Mengorganisasikan berbagai sumber belajar untuk
mewujudkan tujuan belajar.
c. Memimpin, yang meliputi memotivasi, mendorong,
dan menstimulasi siswa.
d. Mengawasi segala sesuatu, apakah sudah berfungsi
sebagaimana mestinya atau belum dalam rangka pencapaian tujuan.
2. Pentingnya Keterampilan Mengelola Kelas
Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk
menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, dan mengendalikannya jika terjadi
gangguan dalam pembelajaran (Mulyasa, E. 2007 : 91). Menurut Sudrajat, A.
(2008) terdapat dua macam masalah pengelolaan kelas, yaitu :
1. Masalah individual yang meliputi : Pola perilaku
mencari perhatian, pola perilaku menunjukkan kekuatan, pola perilaku
menunjukkan balas dendam, peragaan ketidakmampuan.
2. Masalah kelompok diantaranya : Kelas kurang
kohesif, penyimpangan dari norma-norma, reaksi negatif terhadap anggota
kelompok dan kelompok cenderung mudah dialihkan perhatiannya dari tugasnya.
Keterampilan mengelola kelas memiliki komponen, seperti yang dikutip dari
Mulyasa, E. (2007 : 91 -92) sebagai berikut :
1. Penciptaan dan pemeliharaan iklim pembelajaran
yang optimal
2. Keterampilan yang berhubungan dengan pengendalian
kondisi belajar yang optimal. Beberapa jenis perilaku yang dapat mengganggu
iklim belajar mengajar seperti yang dikutip dari Sanjaya, W (2008 : 44 – 47 )
diuraikan sebagai berikut :
a. Tidak adanya perhatian b. Perilaku mengganggu
c. Memusatkan perhatian
d. Memberikan petunjuk dan tujuan yang jelas
Sehingga dalam perkembangannya, manajemen kelas
merekomendasikan pengelolaan kelas dengan pendekatan inovasi, semua sumber daya
kelas selalu berada dalam kondisi yang dapat menimbulkan perhatian, motivasi,
dan suasana yang menyenangkan peserta didik untuk merespon materi pelajaran
yang dapat dijelaskan dengan 5W + 1H berikut: WHO (Siapa) Manajemen kelas
merupakan kesatuan kegiatan yang melibatkan guru dan siswa. Seorang pendidik
atau guru perlu menguasai banyak faktor yang mempengaruhi motivasi, prestasi
dan perilaku siswa mereka. Guru bertanggung jawab atas seluruh siswa dan
melaksanakan manajemen kelas sebagai proses pemapanan dan pemeliharaan
(establishing and maintaining) lingkungan belajar yang efektif harus dikuasai.
Siswa sebagai subjek pembelajaran pun tak lepas dari
tugas mengelola kelas dan dirinya sendiri. Kegiatan mengelola kelas yang dapat
dilakukan siswa misalnya membantu guru mengatur layout belajar di kelas dan
berbagai pajangan kelas sesuai dengan keinginannya sehingga suasana
pembelajaran akan terasa nyaman dan menyenangkan dengan kondisi kelas yang
telah diaturnya sendiri. WHEN (Kapan) Manajemen kelas meliputi ruang, waktu,
bahan ajar bersama metode pembelajarannya serta perangkat evaluasinya.
Sehingga manajemen kelas berangkat dari penyusunan
perangkat persiapan hingga terwujudnya rencana pelaksanaan pembelajaran,
instrumen ini sudah dapat menggambarkan keadaan kelas dan memprediksi bagaimana
guru menjalankan fungsinya di depan kelas. WHERE (Dimana) Pokok pelaksanaan
manajemen kelas tentunya adalah di dalam kelas, namun bukan berarti keadaan di
luar kelas tidak ikut berperan dalam pelaksanaan manajemen. Manajemen meliputi
kegiatan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.
Sebagai acuan pelaksanaan kegiatan di dalam kelas,
setidaknya kita mempunyai rencana yang telah disusun sedemikian rupa sebelum
kegiatan berlangsung, yang akan lebih efektif dilakukan di luar kelas sehingga
tidak mengganggu kegiatan di dalam kelas. WHY (Mengapa) Setiap kegiatan manusia
tidaklah lepas dari proses perencanaan dan pelaksanaan sebagai usaha untuk
mendapatkan hasil yang optimal. Tak ubahnya dalam kegiatan pembelajaran baik di
kelas maupun di luar kelas, membutuhkan suatu proses runtut sehingga akan
tercapai tujuan yang diharapkan. Semua itu dikemas dalam suatu manajemen yang
diatur oleh subjek kegiatan terhadap objek kegiatan yang dilakukan. HOW
(Bagaimana) Seorang guru dapat menggunakan pendekatan-pendekatan dalam
mengelola kelas. Hal ini bertujuan untuk mendekati peserta didik, sehingga
tujuan dari pendidikan tercapai. Pengelolaan kelas yang dilakukan guru adalah
untuk meningkatkan kegairahan belajar anak didik baik secara berkelompok maupun
secara individual. Adanya hubungan yang harmonis antara guru dengan anak didik,
dan tingginya kerjasama di antara anak didik tergambar dalam bentuk interaksi.
Beberapa faktor yang mempengaruhi perwujudan
pengelolaan kelas diantaranya: Kurikulum, bangunan dan Sarana, guru, murid dan
dinamika
a. Kurikulum Setiap tingkat dan jenis sekolah memerlukan
kurikulum yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks dalam
perkembangannya. Kurikulum yang dipergunakan di sekolah sangat besar
pengaruhnya terhadap aktivitas kelas dalam mewujudkan proses belajar mengajar
yang berdaya guna bagi pembentukan pribadi siswa.
b. Bangunan dan Sarana Perencanaan dalam membangun
sebuah gedung untuk sebuah sekolah berkenaan dengan jumlah dan luas setiap
ruangan, letak dan dekorasi nya yang harus disesuaikan dengan kurikulum yang
dipergunakan. Akan tetapi karena kurikulum selalu dapat berubah sedangkan
ruang/gedung bersifat permanen, maka diperlukan kreativitas dalam mengatur
pendayagunaan ruang/gedung yang tersedia berdasarkan kurikulum yang
dipergunakan.
c. Guru Guru berarti orang yang bekerja dalam bidang
pendidikan dan pengajaran yang ikut bertanggung jawab dalam membantu anak-anak
untuk mencapai kedewasaan masing-masing. Guru bukan sekedar orang yang berdiri
di depan kelas untuk menyampaikan materi pengetahuan tertentu, akan tetapi
adalah anggota masyarakat yang harus ikut aktif dan berjiwa bebas serta kratif
dalam mengarahkan perkembangan akan didik nya.
d. Murid Murid merupakan potensi kelas yang harus
dimanfaatkan guru dalam mewujudkan proses belajar mengajar yang efektif. Murid
adalah anak-anak yang sedang tumbuh dan berkembang baik secara fisik maupun
psikologis dalam rangka mencapai tujuan pendidikannya melalui lembaga
pendidikan formal, khususnya berupa sekolah. Murid sebagai unsur kelas memiliki
perasaan kebersamaan yang sangat penting artinya bagi terciptanya situasi kelas
yang dinamis.
e. Dinamika Kelas Kelas adalah kelompok sosial yang
dinamis yang harus dipergunakan oleh setiap wali/guru kelas untuk kepentingan
murid dalam kependidikannya.
Dinamika kelas pada dasarnya berarti kondisi kelas
yang meliputi dorongan untuk aktif secara terarah yang dikembangkan melalui
kreatifitas dan inisiatif murid sebagai suatu kelompok. Dinamika kelas
dipengaruhi oleh cara wali/guru kelas menerapkan administrasi pendidikan dan
kepemimpinan pendidikan serta dalam mempergunakan pendekatan pengelolaan
kelas.mbelajaran (Sanjaya 2008 : 44).
SUMBER :
Sanjaya.2008. Pengelolaan Dalam pendidikan.Jakarta :
PT Gramedia Pustaka
Sudrajat.2008. Pengelolaan Kelas.
Jakarta: PT Gramedia Pustaka
PENDEKATAN KONTEKSTUAL
TUGAS MANDIRI
NAMA : INDAH CHAIRUNNISA
NIM : A1C316065
NAMA : INDAH CHAIRUNNISA
NIM : A1C316065
PENDEKATAN
KONTEKSTUAL
a. Pengertian
Strategi pembelajarn kontekstual merupakan suatu
proses pendidikan yang holistic dan bertujuan memotivasi siswa untuk memahami
makna materi pelajaran yang dipelajarinya dengan mengaitkan materi tersebut
dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari(konteks pribadi,soaial dan
kultural) sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang seacra
fleksibel dapat diterapkan (ditransfer) dari suatu permasalahan/konteks
lainnya.
Pendekatan
kontekstual (contextual teaching and learning) merupakan konsep belajar yang
membantu guru mengaitkan antar materi
yang diajarakan dan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat
hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dan penerapannya dlam kehidupan
mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat. Dengan konsep itu,hasil
pembelajaran diharapkan lebih bermakna bagi siswa. Proses pembelajaran
berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja dan mengalami.
b. Asas- asas pendekatan kontekstual
·
Kontruktivisme,
yaitu proses membangun dan menyususn
pengetahuan yang baru dalam struktur kognitif siswa berdasarkan
pengalaman.
·
Inquiri yaitu
proses pembelajaran didasarkan pada pencanaan dan penemuan melalui proses
berpikir secara sistematis.
·
Bertanya, dapat
dipandang sebagai refleksi dari keingintahuan setiap individu sedangkan
menjawab pertanyaan mencerminkan kemampuan seseorang dalam berpikir.
·
Masyarakat
belajar, konsep masyarakat belajar adalah hasil pembelajaran yang diperoleh
melalui kerjasama dengan orang lain.
·
Pemodelan ,
proses pembelajaran dengan memperagakan sesuatu sebagai contoh yang dapat
dituri oleh setiap siswa.
·
Refleksi yaitu
proses mengingatkan pengalaman yang telah dipelajari yang dilakukan dengan cara
mengurutkan kembali kejadian-kejadian atau persitiwa pembelajaran yang telah
dialluinya.
·
Penilaian nyata
yaitu proes pengumpulan data yang memberikan gamabaran perkembangan hasil
belajar siswa. Gambaran proes dan kemajuan siswa perlu diketahui sepanjang
proses pembelajaran.
c. Pendekatan konstektual dalam pembelajaran Fisika
Dalam memahmi segala sesuatu tentang gejala
alam,fisika selalu mendasarkan kegiatan pengamatan dan fakta-fakta. Inilah
bentuk konsep-konsep fisika yang mendasar terbangunnya ilmu fiska. Salah satu
tindakan pembelajaran yang perlu dilakuakn oleh guru yaitu dengan memperbaiki
metode pembelajaran yang digunakan. Metode yang tepat pada pembelajaran ini
yaitu metode inquiri.
Sumber:
Trianto,2016.Desain
Pengembangan Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka
Retnasari,riska.2016. Pengaruh Pendekatan Kontesktual Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis
dan Motivasi Belajar Siswa. Sumedang : Jurnal Pena Ilmiah vol 1 no 1
Langganan:
Postingan (Atom)
PPT Analisis hubungan Antara gaya dengan Getaran Pada pegas
https://drive.google.com/open?id=1iNUCCIi8rqGBRBAq1sWuaX0toQiKPBU0
-
SONOMETER Sonometer adalah alat untuk menunjukkan hubungan antara frekuensi suara yang dihasilkan oleh dawai yang dipetik, dan...
-
Alat Ukur Panjang: Mistar, Jangka Sorong, dan Mikrometer Dalam Fisika tentu tidak terlepas dari kegiatan pengukuran. Kegiatan ...